Sabtu, 03 Mei 2014

Wanita
Ketika Allah menciptakan wanita, DIA lembur pada hari ke enam. Malaikat datang dan bertanya.”Mengapa begitu lama Tuhan?”
Allah menjawab “Sudahkah engkau melihat semua detail ini yang AKU buat untuk menciptakan mereka? 2 tangan ini harus bisa dibersihkan,tetapi bahanya bukan dari plastik, setidaknya terdiri dari 200 bagian yang bisa di gerakan dan berfungsi baik untuk segala makanan. Mampu menjaga banyak anak saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyebuhkan sakit hati dan keterpurukan.. dan semua di lakukannya cukup dengan kedua tangan ini.”
Malaikat itu takjub. “Hanya dengan dua tangan ini? Impossible! Dan itu model standar?!” sudah lah ya Tuhan, cukup untuk hari ini, besok kita lanjutkan lagi untuk menyempurnakannya”
“oh… tidak, aku akan menyelesaikan ciptaan ini , karna ini adalah ciptaan favorite-Ku.” Allah melanjutkannya “Oh..ya dia juga mampu menyebuhkan dirinya sendiri, dan bisa berkerja 18 jam sehari”
Malaikat mendekat dan mengamati bentuk wanita ciptaan Allah itu “Tapi, Engkau membuat nya begitu lembut Tuhan?”
“yah… AKU membuatnya lembut, tapi kamu belum bisa bayangkan kekuatan yang AKU berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa.”
“Dia bisa berpikir?” Tanya malaikat
Allah menjawab “Tidak hanya berpikir. Tapi mampu bernegosiasi.”
Malaikat itu menyentuh dagunya..
“Tuhan Engkau buat ciptaan ini kelihatan lelah dan rapuh! Seolah terlalu banyak beban baginya.”
“Itu bukan lelah atau rapuh, itu air mata” koreksi Allah
“untuk apa?” Tanya malaikat.
Allah melanjutkan, “Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan dan kebanggaan..”
“Luar biasa, Engkau jenius tuhan” kata malaikat. “Engkau memikirkan segala sesuatunya wanita ciptaan-Mu ini sungguh menajubkan!”
“Ya.. mesti!...”
Wanita ini akan mempunyai kekuatan mempeson laki-laki. Dia dapat mengatasi beban bahkan melebihi laki-laki.
Dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri.
Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit.
Mampu bernyanyi saat hatinya menangis.
Menagis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan.
Dia berkorban demi orang yang dicintainya
Mampu berdiri melawan ketidak adilan
Dia tidak menolak kalau melihat yang lebih baik
Dia menerjunakan dirinya untuk keluarganya
Dia membawa temannya sakit untuk berobat
 Cintanya tanpa syarat. Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang.
       Dia girang dan bersorak saat melihat kawanya tertawa, dia begitu bahagia saat mendengar kelahiran.
Hatinya begitu sedih saat mendengar berita sakit dan kematian
Tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi kehidupan. Dia tau bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.

Hanya ada satu hal yang kurang dari wanita Dia lupa betapa berharga dirinya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar